Manfaat Berinvestasi dengan Reksadana Syariah

Dengan jumlah penduduk yang beragama Islam paling banyak di dunia, Indonesia menjadi salah satu pasar paling potensial untuk produk-produk yang berbasis syariah. Terlihat dari animo masyarakat terhadap produk yang berbasis syariah. Salah satunya adalah investasi reksadana syariah.

Reksadana adalah produk investasi berupa kumpulan aset (portofolio) yang dikelola oleh manajer investasi. Aset reksadana itu sendiri mulai dari saham, obligasi, surat berharga, hingga deposito. Jika reksadana memiliki label syariah, maka aset atau efek yang diinvestasikan berbeda dengan reksadana konvensional. Selain itu, akad pembelian reksadananya juga beda.

Semisal, jika pada reksadana biasa maka investasi akan ditempatkan pada saham-saham atau aset sebagaimana mestinya. Tapi, pada reksadana syariah investasinya tidak ditempatkan di saham-saham yang berkaitan dengan jual-beli rokok, minuman keras, dan sejenisnya. Atau dengan kata lain, gak melanggar prinsip syariah itu sendiri. Jadi, jika labelnya syariah, maka aset atau efek yang diinvestasikan berbeda dengan reksadana konvensional.

Pada dasarnya, baik itu reksadana konvensional maupun reksadana syariah sama-sama dikelola oleh Manajer Investasi. Namun yang membedakan adalah pada reksadana syariah terdapat Dewan Pengawas Syariah yang bertujuan untuk mengawasi dan memberi arahan kepada manajer investasi untuk memastikan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh manajer investasi sesuai dengan aturan dan prinsip syariah.

Mengapa harus memilih berinvestasi di reksadana syariah?

Ada beberapa hal yang bisa menjadi alasan mengapa berinvestasi di reksadana syariah, yaitu:

  • Adanya DPS atau Dewan Pengawas Syariah. DPS adalah Dewan yang mengawasi, mengatur dan mengarahkan manajer investasi dalam mengelola dana investasi agar sesuai dengan aturan dan prinsip syariah itu sendiri. Jadi ketika aset tersebut diinvestasikan, maka investasinya tidak ditempatkan di saham-saham yang berkaitan dengan jual-beli rokok, minuman keras, dan sejenisnya. Sesuai dengan kaidah syariah.
  • Akad yang berbeda dengan reksadana konvensional. Di dalam investasi reksadana syariah, terdapat dua jenis akad, akad Wakalah dan akad Mudharabah. Akad Wakalah memiliki arti pelimpahan kekuasaan dari satu pihak ke pihak lainnya dalam hal-hal yang diperbolehkan untuk diwakilkan. Akad ini merupakan perjanjian antara investor (pemilik modal) dan MI. Lain halnya dengan akad Wakalah, akad Mudharabah berarti sebuah sistem yang mana satu pihak akan memberikan hartanya kepada orang lain untuk dikelola. Hasil dari pengelolaan harus dibagi untuk kedua belah pihak dan kerugian ditanggung oleh shahib maal sepanjang tidak ada kelalaian. Tentunya kedua belah pihak harus menentukan dan mematuhi syarat-syarat yang telah disepakati.
  • Adanya DSN-MUI (Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia) yang mengeluarkan fatwa kepada praktisi dan regulator untuk menjadikan ekonomi syariah sebagai pedoman dalam tugas dan fungsinya. Fatwa ini dimuat pada No. 20/DSN-MUI/IV/2001 tentang Pedoman Pelaksanaan Investasi untuk Reksa Dana Syariah dan fatwa ini memperbolehkan kaum Muslim untuk berinvestasi pada reksadana syariah.
  • Adanya proses cleansing. Cleansing adalah sebuah proses “pembersihan” reksa dana syariah dari pendapatan yang sifatnya tidak memenuhi kaidah syariah. Masuknya pendapatan non-halal dalam pengelolaan reksa dana syariah adalah hal yang tidak terhindarkan. Biasanya dana hasil dari cleansing akan disumbangkan dalam kegiatan amal.

Cara Berinvestasi Reksadana Syariah

Cara berinvestasi reksadana osyariah pun cukup mudah, sama dengan reksadana konvensional. Calon investor bisa langsung membeli ke manajer investasi seperti Manulife Asset Management atau biasa disebut MAMI. Syarat untuk menjadi Investor cukup dengan memiliki KTP dan rekening atas nama sendiri. Dengan dana awal cukup 100.000 Rupiah, sudah bisa menjadi investor reksadana syariah.

Apakah menguntungkan?

Jika niat awal adalah untuk berinvestasi, berarti harus siap untuk jangka panjang. Dengan perencanaan investasi yang baik dan jangka waktu yang sesuai, reksa dana syariah dapat membantu masyarakat mencapai tujuan keuangan seperti memenuhi biaya kebutuhan haji, menyekolahkan anak, membayar DP Rumah dan menyiapkan dana pensiun.

Iklan

Varian menu baru dari HokBen: Hoka Suka dan Sambal Indonesia

Varian menu baru dari HokBen: Hoka Suka dan Sambal Indonesia

Kamu suka Sambal? Nah, berarti kamu orang Indonesia asli (halah). Berbicara mengenai sambal, mayoritas orang Indonesia merupakan penggemar sambal. Bahkan ketika saya di Ternate makan pisang goreng aja pakai sambal lho, enak banget rasanya. Memang, orang Indonesia banyak yang menganggap bahwa makan tanpa sambal itu terasa kurang lengkap, bagai sayur tanpa garam, bagai aku tanpa kamu ( tsaaaahhh).

Continue reading “Varian menu baru dari HokBen: Hoka Suka dan Sambal Indonesia”

Seru-seruan bareng kaskuser di Gatsby Pomadic Party X Kaskus di Surabaya

Seru-seruan bareng kaskuser di Gatsby Pomadic Party X Kaskus di Surabaya

Kemaren sore (27/1) saya datang ke sebuah acara di Take Five Music Cafe & Lounge, sebuah cafe yang terletak di Jl. MH. Tamrin, Surabaya. Cafe ini terletak persis di belakang Hotel Mercure, jadi gak terlalu sulit untuk mencari lokasi cafe ini.

Tiba di lokasi pukul 5 sore, padahal acara menurut poster, acaranya dimulai pukul 4 sore…hehehe. Maklum, jalanan Surabaya kalau sudah hari Jum’at dan masuk jam pulang kerja, bisa dipastikan macet dimana-mana. Acara yang saya hadiri adalah acara “Gatsby Pomadic Party“. Sebuah acara rangkaian dari Gatsby sebagai produsen pomade untuk mengenalkan varian terbaru yaitu Gatsby Perfect Rise dan Gatsby Urban Dry. Acara ini bekerjasama dengan Kaskus Networks dan nantinya akan roadshow di beberapa kota besar lainnya. Surabaya adalah kota ke-3 setelah Bandung dan Jogjakarta. Setelah Surabaya, masih ada kota Palembang dan Medan, kemudian roadshow ini akan berakhir di kota Jakarta. Saya datang ke acara ini selain untuk mengisi waktu sambil menunggu istri pulang kerja, juga untuk mengetahui bentuk fisik dari varian pomade yang baru tersebut.

Setelah registrasi ulang, saya diberi sebuah kupon merchandise yang nantinya bisa ditukarkan selesai acara. Masuk ke venue, saya bertemu dengan teman-teman lain yang sudah tiba terlebih dahulu. Sudah ada Pak RL (Regional Leader) Helmi dan juga Adit, teman sekantor yang ternyata sudah datang duluan tanpa balik ke kantor terlebih dahulu.

Ngobrol-ngobrol dengan teman ngalor ngidul, sekaligus mendengarkan MC membawakan acara. Sesekali melihat lokasi yang sangat apik menurut saya. Ruangannya dibentuk seperti bar yang sering saya lihat di film-film Amerika. Dengan meja kayu, dinding yang dipasang potongan kayu juga menambah kesan seperti bar yang ada di film. Saya serasa berada di film cowboy…hehehe. Di lokasi juga disediakan air putih dan es teh untuk mimik-mimik lucu bagi pengunjung acara tersebut. Tak lama, makanan utama yang disediakan sudah siap. Namun saya tidak ikut makan, sebab sudah makan terlebih dahulu di warkop depan kantor sebelum menuju venue.

Karena acara ini mengusung tema tentang bagaimana cara menjadi ganteng dengan pomade, maka di acara ini ada coaching clinic oleh narasumber yang kompeten. Yang pertama ada Gofar Hilman. Doi adalah seorang penyiar di radio Hardrock FM Jakarta. Selain itu, doi juga merupakan seorang pomade enthusiast. Bisa dilihat dari bentuk rambutnya yang klimis selalu. Gofar Hilman memberikan tips-tips dan juga berbagi tren gaya rambut yang lagi ngetrend saat ini. Selain itu juga ada Emmy Renza, seorang pebisnis barbershop. Tadi bung Emy Renza memberikan penjelasan tentang seluk beluk dunia bisnis barbershop ini.menurut bung Emy Renza saat ini bisnis barbershop sangat menjanjikan. Selain coaching clinic, di acara ini juga ada barberman competition. Sebuah kompetisi dimana para barberman menunjukkan kemampuan mereka dalam memotong rambut, mengerti tentang jenis rambut, bentuk wajah dan juga trend rambut yang sedang berkembang.

Biar para pengunjung ketularan ganteng, Gatsby Pomadic Party juga memberikan free haircut untuk pengunjung. Saya sih udah mau ikutan daftar, lha kok baru sadar kalo rambutnya gini-gini aja. Potongan cepak bunder kayak tentara, akhirnya saya urungkan niat buat ikutan potong rambut gratis.

Free Haircut buat pengunjung

Kompetisi Instagram juga turut serta dihadirkan untuk meramaikan acara ini. Saya sendiri juga ikutan, gak mau kalah dong…hehehe. Dengan kekuatan hp jadul jepret sana-sini, tak lupa diedit sedikit biar ciamik…hehehe. Soalnya venue yang pencahayaannya ditata sedemikian rupa untuk memberikan kesan gagah ini sangat instagramable. Sayang sekali kalau tidak diabadikan…hehehe.

Setelah coaching clinic selesai, saatnya pengumuman lomba kompetisi Instagram. Saya sendiri cukup tenang, menang gak menang urusan belakangan, yang penting senang…hehehe. Tapi, akun instagram saya ternyata disebut oleh MC saat mengumumkan pemenang kompetisi Instagram selain dua teman kaskuser saya. Alhamdulillah, dapet hadiah lagi.

Juara Instagram Competition

Setelah pengumuman instagram competition, diumumkan juga juara barberman competition. Tapi sayang sekali, saya lupa nama-nama pemenangnya. Ngobrol bersama manteman di belakang membuat saya tidak fokus kepada pemenang kompetisi barberman.

Usai acara, saya menukarkan kupon yang saya dapat tadi ketika registrasi dengan sebuah tas yang berisikan merchandise. Ternyata isinya mantep banget. Ada kaos warna hitam bertuliskan “We Are Pomadic” yang bagi saya tidak cocok dengan saya karena tidak menggunakan pomade..hehehe. Tapi kaosnya ketika dikenakan, sangat nyaman. Adem pula bahannya. Selain kaos, juga ada paket yang berisikan pomade Gatsby yang baru dikenalkan tadi. Selain pomade, ada sisir lipat, dan Gatsby Cologne. Wah, ini sih mantep bener merchandisenya. Jarang-jarang komplit gini…hehehe. Sering-sering deh… :p

Boxnya keren euy

Isinya mantep gan

Tapi akhirnya untuk merchandise berupa pomade dan kawan-kawan tidak saya gunakan. Soalnya rambut saya gini terus, cepak-cepak adem…hehehe. Pomadenya saya kasih adik saya yang rambutnya bagus kalo pake pomade. Kaosnya sih tetep saya yang pakai.. 😀

Masak bareng istri di Finna Foodies Competition

Masak bareng istri di Finna Foodies Competition

Gak pernah kebayang sebelumnya kalau saya bakalan ikutan lomba masak, apalagi sekarang sama istri. Dulu waktu masih bujang (sebut saja jomblo) saya seringkali masak nasi goreng buat saya sendiri. Sudah pasti bisa dibayangkan gimana hasilnya kan ya? kebanyakan micin saudara-saudara…hehehe. Kalau dulu seringnya ngebayangin lomba bareng istri itu lomba yang ringan-ringan semacam lomba 17an dengan juri tingkat RT. Kan semisal kalah, rasa malunya cuman tingkat RT aja.

Hari Minggu kemarin (21/1) saya sama istri pergi ke Food Junction Grand Pakuwon di Tandes. Mayan, deket rumah (mertua) jadi gak jauh-jauh..hehehe. Tujuannya bukan untuk main apalagi pacaran, tapi untuk mengikuti lomba masak tingkat influencer media sosial. Ada blogger, food blogger, youtuber serta Instagrammer. Ini sih udah bukan tingkat RT lagi. Kalau kalah malunya sedunia maya…wkwkwk.

Setiba di lokasi, saya bertemu dengan teman-teman yang sudah sering berjumpa. Ada om Rinaldi+istri, om Budiono, Yanto+istri, dan juga beberapa teman lainnya. Mereka yang sudah tiba dari tadi masih menunggu diluar karena food junction tersebut belum dibuka oleh petugas keamanan sebab belum masuk jam buka.

Setelah dibuka, kita langsung menuju stand registrasi untuk daftar ulang peserta dan juga memilih nomor meja. Setelah saya dan istri selesai registrasi, saya langsung mengocok nomor meja dan ternyata mendapat nomor 09. Setelah menerima guidelines dan celemek dari panitia, kita berdua langsung menuju meja untuk memilih bahan wajib untuk lomba masak itu. Ada dua bahan wajib yang telah ditentukan yaitu Krupuk dan Sambal. Ternyata ada banyak pilihannya. Kerupuknya ada kerupuk bawang dan kerupuk udang, sedangkan untuk sambal ada sambal terasi, sambal ijo, sambal bawang, dan sambal pedas. Untuk varian sambalado tidak ada karena memang tidak diproduksi :p.

Setelah icip-icip sambal (buseettt….) kita berdua memilih kerupuk udang, sambal bawang dan sambal pedas. Mengapa kita memilih produk tersebut? selain karena kerupuk udang yang rasanya nikmat dan sambalnya mantap, juga karena saya kurang sreg sama sambel ijo, kecuali di RM. Padang…hehehe.

Sambil menunggu peserta lainnya, saya dan istri secara bergantian membaca guidelinesnya yang pointnya cukup banyak dan juga memakai celemek dari Finna Food. Eh, celemeknya keren loh… 😀

Celemeknya kereeenn

Selagi masih menunggu, Chef Ken selaku juri juga mengecek bahan-bahan yang akan dibuat masak nanti di setiap meja. Tetapi, bahan masakan itu ditaruh didalam kotak styrofoam yang disebut dengan Mystery Box, nahloh…

Mystery Box

Beberapa hari sebelumnya setelah daftar lomba, memang tidak ada petunjuk apa yang harus dimasak oleh peserta lomba. Cukup membingungkan bagi saya berdua karena sudah gak bisa masak, bahannya gak dikasih tahu lagi. Ini yang membuat istri saya sedikit was-was, bingung, keringet dingin, bingung, jantung berdebar-debar tak karuan halah karena bingung mau masak apaan.

Peserta lomba memperhatikan arahan dari Chef Ken

Setelah semua peserta siap dan menempati meja masing-masing, Chef Ken dan Inijie -food blogger, food photographer, juri lomba- memberikan penjelasan apa yang harus dan tidak boleh dilakukan selama lomba nanti. Bahan yang sudah ada di semua peserta yaitu alfalfa (cambah bule), tomat cherry, daun seledri, jeruk nipis merupakan bahan yang digunakan untuk garnish masakan nanti. Setelah penjelasan selesai, peserta dipersilakan untuk membuka mystery box sambil terkaget-kaget dalam waktu 1 menit untuk kemudian memilih bahan masakan yang sekiranya tidak akan dipakai nanti ketika memasak.

Sambal bawang, sambal pedas dan kerupuk udang Finna
Alat masak

Saya sama istri saling bertatapan, mikir, ini mau masak apaan coba. Bahan yang saya dapat antara lain: Terong ungu, kol/kubis, kacang mentah, batang sereh, sawi, kentang, bawang merah, bawang putih, cabe rawit 3 biji, garam, gula, jagung, ikan tuna kaleng, sebotol air, dan terakhir minyak goreng. Kembali lagi kami diam, bengong, mikir masakan apaan yang mau dibuat dari nih bahaaaann cobaaa. Yang lain ada yang dapet daging ayam. Mungkin sang pemberi bahan untuk kita ingat pesan bu Susi menteri perikanan, “Yang gak makan ikan, tenggelamkan!”

Pose sebelum perang

Saya berinisiatif untuk membuat terong yang tengahnya diisi daging tuna dan irisan jagung, tapi hasil pemikiran selama 2 menit itu dibantah oleh istri saya,”mas kan gak ada telur sama terigu sih…” seketika saya sadar ternyata pemikiran saya tidak berfaedah. Setelah sekian lama debat sengit tapi agak mesra akhirnya diputuskanlah kita buat tumisan. Mbuh tumisan apa.

Dimulai dari menumis irisan bawang merah dan bawang putih. Selain biar wanginya harum dan terlihat oleh juri sudah ada kemajuan karena mulai memasak, juga biar bawang merah dan bawang putih tidak berantem lagi dan baikan selamanya. Setelah bawang-bawangan, terlihat tuna yang sudah terbuka kalengnya dan dimasukkan juga. Terlihat jagung yang sudah diserut, masukin juga. Apalagi hayo? setelah jagung, kita masukin sawi yang sudah dicacah kasar. Setelah itu kita tambah gula dan garam secukupnya. Supaya apa? ya supaya semua bahan kepake lah. Bukan supaya enak? enak nomer sekian, yang penting masakan kelar.

Masak bu?

Setelah semua bahan tadi masuk, masih ada kentang, kubis dan terong. Walhasil setelah masakan pertama tadi ternyata sudah cukup matang, kita gak bisa dong masukin kentang, kubis dan terong langsung. Masa iya gak ada training dulu. Kentang dan terong saya potong memanjang tipis supaya nampak seperti french fries, namun ternyata gagal. Tanpa babibu, saya goreng kentang dan terong yang ternyata lupa saya kasih air garam biar ada rasanya.

Setelah semua selesai, tinggal menggoreng kerupuk udang tadi. Ternyata eh ternyata, menggoreng kerupuk tidak semudah membalikkan sutil ketika memasak. Ketika minyak terlalu panas, maka kerupuk akan cepat mengembang dan cepat gosong pastinya. Ini yang membuat saya dan istri geregetan setengah mati. Yasudah, dengan kerupuk seadanya, saya plating masakan tadi didalam mangkok. Kenapa mangkok? biar kelihatan sedikit tapi masih cukup buat dimakan…hehehe. Dengan ilmu otak atik gatuk, platingnya selesai juga, tentu saja istri saya yang plating, saya sih bantuin do’a… 😅

Saya liatin dulu nih…

Setelah selesai semua, tinggal nunggu giliran penilaian oleh juri. Saya juga lupa bawa obat sakit perut, takutnya juri setelah mencicipi masakan kita berdua, langsung sakit perut kan berabe. Hingga pada akhirnya juri tiba di meja nomor 09. Dengan melihat, menimbang, dan merasakan masakan kita, Chef Ken menilai bahwa terong seharusnya dimasak bersamaan dengan tumisan tuna di awal, sehingga terongnya lebih terasa bersama tuna, gak sendiri sendiri. Begitu juga dengan koh Inijie yang berpendapat sama dengan Chef Ken. Namun, ditambahkan dengan kalimat, “masakan ini terlihat sederhana, namun enak. Oh iya, ini nama masakannya apa ya?” terus saya jawab,”ini namanya Sambal Janda Tuna Pedas..”. Tak lupa kita pun foto berdua dengan Chef Ken dan koh Inijie.

Foto bareng dulu gan
Sambal Janda Tuna Pedas

Setelah selesai dinilai oleh juri, kita pun bergegas menuju photobooth untuk memfoto masakan yang sudah kita buat tadi sebagai bagian dari lomba itu. Dengan kemampuan hp jadul cekrek cekrek aplot, kita telah menyelesaikan satu persoalan yang cukup rumit di hari Minggu itu.

Selesai ishoma (istirahat, sholat, makan), saya kembali menuju meja saya tadi untuk menanti pengumuman lomba masak-memasak tingkat media sosial. Dengan detak jantung yang sangat biasa saja, karena saya juga dari awal sudah sangat yakin untuk tidak menang karena kita berdua memang tidak pandai dalam hal memasak. Tetapi, keyakinan saya tidak terbukti karena panitia menyebutkan nomor meja 09 sebagai juara ketiga yang artinya itu adalah kita berdua. Antara setengah kaget tidak percaya, saya langsung menggandeng tangan istri saya untuk menuju panggung. Selain saya, juga ada dua pasangan lainnya yang dapat juara di lomba ini. Juara satunya selebgram Surabaya loh. Selain juara masak, juga ada kategori foto terbaik dan tim terbaik. Selamat ya buat yang menang…yeaaayyy!!

Mantap bosque!
Para pemenang lomba. *abaikan yang disebelah kiri*

Selain dapat juara lomba, kita juga dapat goodie bag loh. Apalagi sambal dan kerupuk yang pilih tadi juga boleh dibawa pulang. Senang sudah di hari Minggu siang itu. Lega semua sudah selesai. Setelah acara itu, istri saya bertekad untuk belajar memasak lebih giat, dan saya terus mencari obat sakit perut yang lebih mujarab pastinya.

Mencicipi Mie UFO, ini mie apa pesawat alien?

Saya penasaran dengan mie UFO ini setelah membaca postingan temen saya soal mie UFO, mie yang dibungkus, ya sekilas seperti ufo yang masih prototype dan itupun jadi ufo gagal kayaknya.

Beberapa hari kemudian, setelah pulang kerja saya langsung mampir ke minimarket yang letaknya selalu saja kalau gak berseberangan yang bersebelahan, seakan tak ingin dipisah jauh. Takut kangen kayaknya. Kembali lagi ke mie Ufo. Mie yang diproduksi oleh Nissin ini memang nampak seperti ufo karena menjadi satu dengan mangkuknya langsung, jadi gak repot kudu ambil mangkuk lagi ke dapur.

Mie UFO rasa saus jepang. Kalau rasa saus balado gimana ya? sumber gambar: http://vivitvinifera.blogspot.co.id

Dibandrol dengan harga Rp 8.500 (kalau gak percaya, cek toko sebelah halah) dan diklaim memiliki porsi cukup besar yaitu 100gr. Nampaknya mie Ufo dengan harga tersebut masih terlalu mahal dibanding dengan mie dari produsen yang sama yaitu Gekikara Ramen dengan tiga produknya yang memiliki porsi yang sangat banyak menurut saya yaitu 120gr dengan harga Rp 5.600-6000 di minimarket yang sama.

 

Cukup dari segi harga, karena memang mie ufo ini juga jadi satu sama mangkuknya, jadi ya anggap aja gratis mangkuk…hahaha.

Cara penyajian mie ufo ini cukup mudah bagi siapa saja karena sudah tertulis cara penyajian di penutup mie ufo ini dengan jelas. Alat-alat yang disiapkan cukup air panas, bisa dari dispenser atau masak air dulu. Alat makannya? gak usah bingung, sebab di dalam bungkus mie ufo juga sudah disediakan garpu plastik non lipat macam pop mie. Oh iya, penutup mie ufo ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu bagian atas untuk meniriskan air yanag disebut dengan Turbo Drain System, sebuah penyebutan yang keren seakan seperti teknisi. Kemudian yang bagian bawah untuk memasukkan air dan bumbu pelengkap.

How to cook fried ramen. sumber gambar: http://www.adeufi.com
TURBO DRAIN SYSTEM! sumber gambar: http://www.ramenregretrater.com

Dari segi rasa, mie yang diklaim pedas ini ternyata tak sepedas yang kita bayangkan. Jauh dari rasa pedasnya samyang ataupun dari saudara seperusahaannya yaitu Gekikara Ramen. Rasa yang diberikan cenderung manis karena ada spicy mayonya. Bumbu yang digunakan juga hampir mirip dengan gekikara ramen. Ya, bagi saya sih biasa aja rasanya, gak ada pedesnya…wkwkwk. Kalo kamu sukanya pedas (tapi gak pedes-pedes amat) dan cenderung manis, kamu boleh coba ini.

Mie Ufo ini juga bisa kamu makan ketika sedang touring dan kelaparan di tengah perjalanan. cukup membawa termos kecil yang berisikan air panas, peralatan makan portabel kalau gak mau pake garpu bawaan mie Ufo, dan waktu luang yang cukup. Saya rasa cukup untuk mengganjal perut di tengah perjalanan dan juga untuk menggantikan posisi pop mie sebagai raja di jalanan ketika lapar.

 

 

 

Sungguh, karena waktu luang akhirnya nulis ginian…wkwkwk

4 Pilar MPR RI sebagai pengawal ideologi kebangsaan

4 Pilar MPR RI sebagai pengawal ideologi kebangsaan

Dewasa ini, banyak kasus yang bertentangan dengan nilai-nilai pancasila sebagai dasar negara. Mulai dari kasus tentang ideologi, kasus toleransi beragama hingga kasus-kasus lainnya yang belum selesai.

Beberapa kasus terjadi karena pesan berantai yang saling dibagikan di grup-grup obrolan yang belum tentu benar adanya. Ujaran kebencian yang selama ini beredar adalah perbuatan yang dilakukan oleh orang-orang tidak memiliki takwa dan agama, tidak memiliki suku yang beradat istiadat. Berjuang demi kebenaran tidak bisa dengan cara menyalahkan atau mendiskreditkan orang lain tanpa berdasarkan fakta. Padahal, jika kita menghayati nilai-nilai pancasila, tentu tidak akan terjadi hal semacam ini.

Di Indonesia, kita memiliki pancasila sebagai ideologi kebangsaan yang sudah mencakup segala aspek kehidupan. Mulai dari agama, politik, toleransi, keberagaman, dan kebersamaan. Selain itu, saat ini juga telah ditambahkan beberapa pokok nilai kebangsaan seperti Bhinneka Tunggal Ika sebagai slogan negara kita, UUD 1945 sebagai pedoman berbangsa dan bernegara, dan NKRI sebagai Negara Kesatuan sehingga jika ditambahkan dengan Pancasila, maka bisa disingkat menjadi PBNU – Pancasila, Bhinneka tunggal ika, NKRI, dan UUD 1945.

Nah, 4 pokok nilai ini yang kemudian menjadi 4 Pilar Kebangsaan dan Bernegara yang menjadi acuan pokok warga negara Indonesia untuk saling menghormati dan saling menghargai satu sama lain.

Hari sabtu, saya menghadiri acara sosialisasi 4 Pilar MPR bersama warganet di hotel Fairfield Surabaya. Disana juga hadir Pak Ma’ruf Cahyono selaku Sekjen MPR RI dan Pak Andrianto selaku Kepala Bagian pengolahan data dan informasi Sekjen MPR RI untuk berdialog dan berdiskusi tentang bagaimana menerapkan 4 Pilar berbangsa dan bernegara atau yang disebut juga 4 Pilar MPR RI dalam kehidupan sehari-hari.

Sudah disebutkan di atas bahwa 4 Pilar MPR RI terdiri dari:

  1. Pancasila
    Bahwa Pancasila merupakan ideologi kebangsaan bangsa Indonesia yang dibuat oleh para pendiri bangsa setelah kemerdekaan. Pancasila mencakup semua aspek kehidupan. Perlu untuk dipahami bahwa pancasila sejatinya adalah diri kita sendiri. Contohnya ketika kita hidup bertetangga. Kita tidak bisa merasa bisa melakukan semuanya dengan sendiri, pasti butuh bantuan tetangga. Maka dari itu pentingnya sikap saling menghormati antar sesama adalah hal yang mutlak dilakukan.

  2. Bhinneka Tunggal Ika
    Di negara kita banyak sekali suku dan kepercayaan yang berbeda. Namun hal tersebut tidak menjadi halangan bagi kita untuk saling menghormati satu sama lain, tak perlu saling membenci bahkan mencaci maki karena perbedaan itu tadi. Perbedaan adalah rahmat dari Tuhan Yang Maha Esa. Sesuai dengan slogan negara kita, Bhinneka Tunggal Ika yang berarti walaupun berbeda, tetap satu jua. Ingat, toleransi itu penting.

  3. NKRI – Negara Kesatuan Republik Indonesia
    Faktor kunci pada 4 Pilar berbangsa dan bernegara. Sebab, jika tak ada persatuan, maka tidak ada suatu negara yang berdiri dengan gagah, pasti terseok-seok, banyak perang dimana-mana. Memang, tidak ada negara yang sempurna. Walaupun demikian, persatuan itu penting seperti yang tertulis di sila ke 3, Persatuan Indonesia.

  4. UUD 1945
    Undang-undang dasar adalah pedoman hidup dalam 4 Pilar ini. Pedoman untuk kehidupan yang harmonis dan saling menghormati satu sama lain.

Seperti pada film Thor: Ragnarok ketika Odin berucap pada Thor bahwa “Asgard bukanlah sebuah tempat, Asgard adalah sebuah bangsa”. Disini saya berpikir bahwa Indonesia bukanlah sebuah sekumpulan pulau saja, tetapi Indonesia adalah sebuah bangsa yang besar yang menempati pulau-pulau tersebut untuk menjadikan semuanya satu dalam suatu wadah yang disebut negara kesatuan yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan yang berpedoman pada Pancasila dan UUD 1945 agar menjadi negara kesatuan yang mampu menunjukkan bahwa negara Indonesia adalah negara yang penuh dengan rasa toleransi.

Berkenalan dengan Karcocha, seniman jalanan asal Chili

Berkenalan dengan Karcocha, seniman jalanan asal Chili

Bermula dari melihat video di beranda Facebook yang menampilkan seorang badut yang sedang melucu di jalanan. Terlihat di video tersebut banyak orang yang menyukainya, bahkan memberinya uang yang dimasukkan kedalam wadah berwarna putih. Tampak seru dan lucu ketika melihat video tersebut. Beberapa orang dibuatnya menjadi bahan humor untuk menghibur para penonton di pinggir jalan. Setelahnya saya pun penasaran. Saya periksa kolom komentar, terdapat sebuah kata yang menuju pada penyebutan nama badut tersebut, “Karcocha”. Meskipun di pakaian yang dikenakan oleh badut tersebut juga terdapat tulisan “Karcocha”, saya masih belum mengerti.

Berkenalan dengan Karcocha (El Karcocha, Mimo Karcocha)

Karcocha adalah nama jalanan dari seorang seniman yang memiliki nama asli yaitu Gerardo Castro. Gerardo Castro ini berasal dari negara Chili yang terletak di Amerika Selatan. Tak banyak yang mengulas tentang “Badut” Jalanan satu ini, sehingga masih sulit menemukan data lebih lainnya.

Berdasarkan data pencarian, Karcocha mulai terlihat di youtube pada tahun 2009, ketika beraksi di Barcelona. Terlihat, dia belum mulai mengenakan topi dan pakaian badutnya seperti saat ini. Masih menggunakan setelan baju biasa, rompi dan hanya menggunakan riasan badut di wajahnya.

Karcocha tidak mengandalkan peralatan apapun di setiap tampilannya seperti badut kebanyakan. Karcocha hanya menggunakan alat pengubah suara yang ditempel dihidungnya; suara yang dihasilkan seperti suara pada terompet tahun baru, serta sapu tangan berwarna oranye. Hanya dengan mengandalkan suara lucu yang dihasilkan oleh alat tadi, Karcocha bisa menghibur banyak orang. Terbukti hingga saat ini Karcocha terus eksis hingga memiliki akun youtube officialnya sendiri, yaitu El Karcocha Official.

Penampilan Karcocha sendiri bagi beberapa orang sangat lucu, namun kadang menyebalkan karena Karcocha secara langsung mengajak secara acak para pejalan kaki sebagai alat peraga komedi untuk menghibur para penontonnya. Bahkan Karcocha secara langsung menghentikan mobil atau kendaraan lain yang lewat hanya untuk menjadi alat peraga komedi saja.

Meskipun terlihat sederhana, perlu bertahun-tahun bagi Karcocha untuk menyempurnakan ide-ide kocaknya yang secara spontan hadir ketika sedang memperagakan komedinya.

Berikut beberapa video populer Karcocha yang bisa kamu tonton: