Mencicipi Mie UFO, ini mie apa pesawat alien?

Saya penasaran dengan mie UFO ini setelah membaca postingan temen saya soal mie UFO, mie yang dibungkus, ya sekilas seperti ufo yang masih prototype dan itupun jadi ufo gagal kayaknya.

Beberapa hari kemudian, setelah pulang kerja saya langsung mampir ke minimarket yang letaknya selalu saja kalau gak berseberangan yang bersebelahan, seakan tak ingin dipisah jauh. Takut kangen kayaknya. Kembali lagi ke mie Ufo. Mie yang diproduksi oleh Nissin ini memang nampak seperti ufo karena menjadi satu dengan mangkuknya langsung, jadi gak repot kudu ambil mangkuk lagi ke dapur.

Mie UFO rasa saus jepang. Kalau rasa saus balado gimana ya? sumber gambar: http://vivitvinifera.blogspot.co.id

Dibandrol dengan harga Rp 8.500 (kalau gak percaya, cek toko sebelah halah) dan diklaim memiliki porsi cukup besar yaitu 100gr. Nampaknya mie Ufo dengan harga tersebut masih terlalu mahal dibanding dengan mie dari produsen yang sama yaitu Gekikara Ramen dengan tiga produknya yang memiliki porsi yang sangat banyak menurut saya yaitu 120gr dengan harga Rp 5.600-6000 di minimarket yang sama.

 

Cukup dari segi harga, karena memang mie ufo ini juga jadi satu sama mangkuknya, jadi ya anggap aja gratis mangkuk…hahaha.

Cara penyajian mie ufo ini cukup mudah bagi siapa saja karena sudah tertulis cara penyajian di penutup mie ufo ini dengan jelas. Alat-alat yang disiapkan cukup air panas, bisa dari dispenser atau masak air dulu. Alat makannya? gak usah bingung, sebab di dalam bungkus mie ufo juga sudah disediakan garpu plastik non lipat macam pop mie. Oh iya, penutup mie ufo ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu bagian atas untuk meniriskan air yanag disebut dengan Turbo Drain System, sebuah penyebutan yang keren seakan seperti teknisi. Kemudian yang bagian bawah untuk memasukkan air dan bumbu pelengkap.

How to cook fried ramen. sumber gambar: http://www.adeufi.com
TURBO DRAIN SYSTEM! sumber gambar: http://www.ramenregretrater.com

Dari segi rasa, mie yang diklaim pedas ini ternyata tak sepedas yang kita bayangkan. Jauh dari rasa pedasnya samyang ataupun dari saudara seperusahaannya yaitu Gekikara Ramen. Rasa yang diberikan cenderung manis karena ada spicy mayonya. Bumbu yang digunakan juga hampir mirip dengan gekikara ramen. Ya, bagi saya sih biasa aja rasanya, gak ada pedesnya…wkwkwk. Kalo kamu sukanya pedas (tapi gak pedes-pedes amat) dan cenderung manis, kamu boleh coba ini.

Mie Ufo ini juga bisa kamu makan ketika sedang touring dan kelaparan di tengah perjalanan. cukup membawa termos kecil yang berisikan air panas, peralatan makan portabel kalau gak mau pake garpu bawaan mie Ufo, dan waktu luang yang cukup. Saya rasa cukup untuk mengganjal perut di tengah perjalanan dan juga untuk menggantikan posisi pop mie sebagai raja di jalanan ketika lapar.

 

 

 

Sungguh, karena waktu luang akhirnya nulis ginian…wkwkwk

Iklan

4 Pilar MPR RI sebagai pengawal ideologi kebangsaan

4 Pilar MPR RI sebagai pengawal ideologi kebangsaan

Dewasa ini, banyak kasus yang bertentangan dengan nilai-nilai pancasila sebagai dasar negara. Mulai dari kasus tentang ideologi, kasus toleransi beragama hingga kasus-kasus lainnya yang belum selesai.

Beberapa kasus terjadi karena pesan berantai yang saling dibagikan di grup-grup obrolan yang belum tentu benar adanya. Ujaran kebencian yang selama ini beredar adalah perbuatan yang dilakukan oleh orang-orang tidak memiliki takwa dan agama, tidak memiliki suku yang beradat istiadat. Berjuang demi kebenaran tidak bisa dengan cara menyalahkan atau mendiskreditkan orang lain tanpa berdasarkan fakta. Padahal, jika kita menghayati nilai-nilai pancasila, tentu tidak akan terjadi hal semacam ini.

Di Indonesia, kita memiliki pancasila sebagai ideologi kebangsaan yang sudah mencakup segala aspek kehidupan. Mulai dari agama, politik, toleransi, keberagaman, dan kebersamaan. Selain itu, saat ini juga telah ditambahkan beberapa pokok nilai kebangsaan seperti Bhinneka Tunggal Ika sebagai slogan negara kita, UUD 1945 sebagai pedoman berbangsa dan bernegara, dan NKRI sebagai Negara Kesatuan sehingga jika ditambahkan dengan Pancasila, maka bisa disingkat menjadi PBNU – Pancasila, Bhinneka tunggal ika, NKRI, dan UUD 1945.

Nah, 4 pokok nilai ini yang kemudian menjadi 4 Pilar Kebangsaan dan Bernegara yang menjadi acuan pokok warga negara Indonesia untuk saling menghormati dan saling menghargai satu sama lain.

Hari sabtu, saya menghadiri acara sosialisasi 4 Pilar MPR bersama warganet di hotel Fairfield Surabaya. Disana juga hadir Pak Ma’ruf Cahyono selaku Sekjen MPR RI dan Pak Andrianto selaku Kepala Bagian pengolahan data dan informasi Sekjen MPR RI untuk berdialog dan berdiskusi tentang bagaimana menerapkan 4 Pilar berbangsa dan bernegara atau yang disebut juga 4 Pilar MPR RI dalam kehidupan sehari-hari.

Sudah disebutkan di atas bahwa 4 Pilar MPR RI terdiri dari:

  1. Pancasila
    Bahwa Pancasila merupakan ideologi kebangsaan bangsa Indonesia yang dibuat oleh para pendiri bangsa setelah kemerdekaan. Pancasila mencakup semua aspek kehidupan. Perlu untuk dipahami bahwa pancasila sejatinya adalah diri kita sendiri. Contohnya ketika kita hidup bertetangga. Kita tidak bisa merasa bisa melakukan semuanya dengan sendiri, pasti butuh bantuan tetangga. Maka dari itu pentingnya sikap saling menghormati antar sesama adalah hal yang mutlak dilakukan.

  2. Bhinneka Tunggal Ika
    Di negara kita banyak sekali suku dan kepercayaan yang berbeda. Namun hal tersebut tidak menjadi halangan bagi kita untuk saling menghormati satu sama lain, tak perlu saling membenci bahkan mencaci maki karena perbedaan itu tadi. Perbedaan adalah rahmat dari Tuhan Yang Maha Esa. Sesuai dengan slogan negara kita, Bhinneka Tunggal Ika yang berarti walaupun berbeda, tetap satu jua. Ingat, toleransi itu penting.

  3. NKRI – Negara Kesatuan Republik Indonesia
    Faktor kunci pada 4 Pilar berbangsa dan bernegara. Sebab, jika tak ada persatuan, maka tidak ada suatu negara yang berdiri dengan gagah, pasti terseok-seok, banyak perang dimana-mana. Memang, tidak ada negara yang sempurna. Walaupun demikian, persatuan itu penting seperti yang tertulis di sila ke 3, Persatuan Indonesia.

  4. UUD 1945
    Undang-undang dasar adalah pedoman hidup dalam 4 Pilar ini. Pedoman untuk kehidupan yang harmonis dan saling menghormati satu sama lain.

Seperti pada film Thor: Ragnarok ketika Odin berucap pada Thor bahwa “Asgard bukanlah sebuah tempat, Asgard adalah sebuah bangsa”. Disini saya berpikir bahwa Indonesia bukanlah sebuah sekumpulan pulau saja, tetapi Indonesia adalah sebuah bangsa yang besar yang menempati pulau-pulau tersebut untuk menjadikan semuanya satu dalam suatu wadah yang disebut negara kesatuan yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan yang berpedoman pada Pancasila dan UUD 1945 agar menjadi negara kesatuan yang mampu menunjukkan bahwa negara Indonesia adalah negara yang penuh dengan rasa toleransi.

Berkenalan dengan Karcocha, seniman jalanan asal Chili

Berkenalan dengan Karcocha, seniman jalanan asal Chili

Bermula dari melihat video di beranda Facebook yang menampilkan seorang badut yang sedang melucu di jalanan. Terlihat di video tersebut banyak orang yang menyukainya, bahkan memberinya uang yang dimasukkan kedalam wadah berwarna putih. Tampak seru dan lucu ketika melihat video tersebut. Beberapa orang dibuatnya menjadi bahan humor untuk menghibur para penonton di pinggir jalan. Setelahnya saya pun penasaran. Saya periksa kolom komentar, terdapat sebuah kata yang menuju pada penyebutan nama badut tersebut, “Karcocha”. Meskipun di pakaian yang dikenakan oleh badut tersebut juga terdapat tulisan “Karcocha”, saya masih belum mengerti.

Berkenalan dengan Karcocha (El Karcocha, Mimo Karcocha)

Karcocha adalah nama jalanan dari seorang seniman yang memiliki nama asli yaitu Gerardo Castro. Gerardo Castro ini berasal dari negara Chili yang terletak di Amerika Selatan. Tak banyak yang mengulas tentang “Badut” Jalanan satu ini, sehingga masih sulit menemukan data lebih lainnya.

Berdasarkan data pencarian, Karcocha mulai terlihat di youtube pada tahun 2009, ketika beraksi di Barcelona. Terlihat, dia belum mulai mengenakan topi dan pakaian badutnya seperti saat ini. Masih menggunakan setelan baju biasa, rompi dan hanya menggunakan riasan badut di wajahnya.

Karcocha tidak mengandalkan peralatan apapun di setiap tampilannya seperti badut kebanyakan. Karcocha hanya menggunakan alat pengubah suara yang ditempel dihidungnya; suara yang dihasilkan seperti suara pada terompet tahun baru, serta sapu tangan berwarna oranye. Hanya dengan mengandalkan suara lucu yang dihasilkan oleh alat tadi, Karcocha bisa menghibur banyak orang. Terbukti hingga saat ini Karcocha terus eksis hingga memiliki akun youtube officialnya sendiri, yaitu El Karcocha Official.

Penampilan Karcocha sendiri bagi beberapa orang sangat lucu, namun kadang menyebalkan karena Karcocha secara langsung mengajak secara acak para pejalan kaki sebagai alat peraga komedi untuk menghibur para penontonnya. Bahkan Karcocha secara langsung menghentikan mobil atau kendaraan lain yang lewat hanya untuk menjadi alat peraga komedi saja.

Meskipun terlihat sederhana, perlu bertahun-tahun bagi Karcocha untuk menyempurnakan ide-ide kocaknya yang secara spontan hadir ketika sedang memperagakan komedinya.

Berikut beberapa video populer Karcocha yang bisa kamu tonton:

Asyiknya menikmati Tokyo Bowl ala Hokben

Asyiknya menikmati Tokyo Bowl ala Hokben

Hokben atau orang lebih dulu mengenalnya dengan nama Hoka-Hoka Bento, sebuah jaringan waralaba restoran cepat saji yang menyajikan makanan Jepang. Dulu, pertama kali kenal Hokben (atau dulu masih bernama Hoka-hoka Bento) saya mengiranya itu adalah restoran asli dari Jepang. Lah, ngeliat nama makanannya aja udah jepang banget kan ya. Eh, ternyata 100% milik orang Indonesia…hehehe.

Hokben didirikan pertama kali pada tanggal 18 April 1985 oleh Pak Hendra Arifin sebagai pemilik PT. Bogainti. Pada awalnya Pak Hendra ini tertarik mengembangkan restoran bergaya Jepang karena belum ada konsep ala Jepang ini belum ada di Indonesia. Setelah melakukan riset dan studi banding langsung ke Jepang, berdirilah restoran hokben yang pertama, yaitu di Kebon Kacang, Jakarta Pusat.

Dengan konsep bergaya Jepang dengan menu yang variatif, higienis, cepat saji dan harga yang relatif terjangkau membuat restoran Hokben terus berkembang pesat hingga sekarang. Mulai pada tahun 1990, Hokben mulai berekspansi ke luar Jakarta, di Bandung tepatnya. Hingga masuk ke kota Surabaya pada tahun 2005.

Meskipun Hokben ini termasuk restoran cepat saji, tetapi gaya penyajiannya berbeda dengan restoran cepat saji pada umumnya. Mengacu pada budaya di Indonesia, Hokben mengambil bentuk cepat saji dengan gaya buffet kafetaria. Pelanggan akan diminta bergerak sepanjang buffet sambil memilih makanan, tentu saja ditemani oleh pelayan Hokben.

Menu hokben adalah menu masakan Jepang yang populer, seperti yakiniku, teriyaki, chicken katsu, dan masih banyak yang lainnya karena saya enggak hafal…hehehe.

Berbagai menu Hokben sangat variatif dan berkembang hingga saat ini. Salah satunya adalah Tokyo Bowl.

Tokyo Bowl merupakan varian menu baru dari Hokben. Nah, pada hari Sabtu (29/7) kemarin, saya berkesempatan untuk mencicipi menu baru tersebut. Gak kebayang senangnya saya…hehehe. Bersama manteman Blogger, saya mencicipi Tokyo Bowl di Hokben Polisi istimewa. Ternyata juga hadir mbak Irma Wulansari, selaku Communication Dept. Head untuk menjelaskan lebih jauh tentang sejarah mengapa Hoka-Hoka Bento menjadi Hokben (bukan sejarah kenapa Naruto sudah punya anak) dan bercerita tentang menu Tokyo bowl ini.

Jadi, kenapa yang dulunya bernama Hoka-Hoka Bento yang berarti “Makanan hangat dalam boks” menjadi Hokben, itu karena awareness masyarakat terhadap restoran ini sangat tinggi, sehingga ketika masyarakat ingin pergi atau memesan makanan Hokben, maka masyarakat menyingkat nama Hoka-Hoka Bento menjadi Hokben agar mereka mudah untuk mengingat nama itu. Begitu juga dengan manajemen PT. Eka Bogainti selaku pemilik restoran dan merek tersebut, turut mengiyakan singkatan yang dibuat oleh masyarakat. Selain itu, juga adanya keinginan dari manajemen untuk meremajakan branding Hokben dengan merubah logo Hoka-Hoka Bento yaitu Taro dan Hanako, yang semula seluruh badan menjadi menampilkan wajah, sehingga terlihat lebih remaja dan gaul *halah*.

Logo Hoka Hoka Bento (18 April 1985-14 Oktober 2013)
Logo HokBen (15 Oktober 2013-sekarang)

Kembali ke Tokyo Bowl. Tokyo Bowl terdiri dari 5 macam menu varian berbeda. Tentu saja, dari 5 macam menu tersebut, pilihan utamanya hanya dua, yaitu daging ayam atau daging sapi. Kalau daging ayam, ada 4 menu tokyo bowl, kalau daging sapi hanya ada 1 menu…hehehe.

  1. Chicken Steak
    Menu ini merupakan menu Tokyo Bowl yang paling populer. Menu ini berisikan Ayam (tentu saja dan pastinya tanpa tulang), Nasi khas Hokben, saus teriyaki yang dipadu dengan taburan wijen diatasnya. Nah, khusus chicken steak, ada dua pilihan yaitu Original dan Hot. Bedanya, untuk yang original diberi taburan wijen, sedangkan yang Hot tidak diberi taburan wijen. Tetapi keduanya diberi potongan daun bawang dan rumput laut (Nori).
  2. Chicken Katsu Tare
    Ayam kembali mengisi mangkuk Tokyo Bowl ini. Berisikan Nasi khas Hokben, Ayam tanpa lemak dan siraman saus tare khas Hokben. Tentu saja juga potongan daun bawang dan Nori.
  3. Chicken Karaage Mayo
    Potongan ayam kembali lagi mengisi mangkuk yang ditemani nasi khas Hokben, siraman Mayonaise yang manis dan gurih, dan tentu saja potongan daun bawang dan Nori.
  4. Tori Soboro
    Rasanya tak ada habisnya jika menikmati ayam di Hokben. Daging ayam kembali menemani penikmat masakan Hokben. Kali ini berbeda, ayam yang dicincang dengan saus teriyaki begitu menggoda lidah yang ditemani pula oleh potongan daun bawang dan Nori. Tak lupa pula kremesan menjadi teman kriuk yang nikmat.
  5. Gyu Soboro
    Hingga pada akhirnya, daging sapi pun turut serta dalam menu Tokyo Bowl ini. Daging sapi yang dicincang halus serta saus teriyaki yang juga disiram di saudaranya yaitu Tori Soboro serta cincangan halus daun bawang dan Nori bisa membuat lidah cukup merasakan kebahagiaan.

Oh iya, semua menu tokyo bowl free Ocha lho. Dan boleh refill…hehehe.

Sekilas tentang Hokben Polisi Istimewa, Surabaya. Hokben Polis (singkatan dari Polisi Istimewa) ini baru saja selesai renovasi bulan Mei kemarin. Terlihat dari tampilannya yang baru dan juga halaman parkir yang luas. Dengan fitur drive thru dan musholla, sehingga membuat customer merasa nyaman. Nah, jika manteman ingin mengadakan meeting, reuni, arisan atau kumpul keluarga, bisa juga menggunakan meeting room yang sudah tersedia. Syaratnya mudah, cukup membeli paket seharga 31.000 dengan minimal peserta 20 orang, kita sudah bisa menggunakan ruangan tersebut dan sudah termasuk sound system dan projector jika akan digunakan.

HokBen Polisi Istimewa

Jalan Polisi Istimewa No. 23-25, Keputran, Tegalsari, Kota SBY, Jawa Timur 60264

Telepon: (031) 5619980

Mau Liburan ke Surabaya? Intip Tips Jalan-Jalan Hore Berikut Ini

Kartu Tanda Penduduk (KTP) milik saya masih tercatat sebagai warga Sidoarjo. Namun rasanya jiwa ini memiliki darah  Swiss yang kental. Eits, bukan negara Swiss di luar negeri sana, tapi hanya singkatan dari Sekitar Wilayah Surabaya-Sidoarjo. Saya pun merasa punya semangat ke-Surabaya-Surabayaan. Pasalnya, saya lebih sering pergi dan bermain di Kota Surabaya daripada Sidoarjo.

Bukan tanpa alasan saya memilih Surabaya, selain gebetan yang tinggal di sana, saya juga memiliki banyak teman sekaligus pekerjaan di kota pahlawan itu. Apalagi saya juga banyak menghafal tempat-tempat di Surabaya, khususnya tempat nongkrong atau cangkrukan yang ramah kantong.

Berbicara tentang Surabaya, tak selalu berurusan dengan Mall. Masih banyak tempat yang menarik lainnya yang patut dikunjungi ketika berkunjung ke Surabaya, salah satunya pantai dan taman yang menjadi ruang publik alternatif belakangan ini. Di media sosial pun kita bisa mendapat informasi tentang beberapa tempat di Surabaya. Nah, kali ini saya mau memberikan beberapa tips yang mungkin bisa membantu manteman semua ketika berkunjung ke Kota Surabaya. Apa saja?

Gunakan fasilitas mesin pencari.
Bagi saya, mesin pencari layaknya perpustakaan yang bisa memberikan informasi yang kita butuhkan. Bahkan informasi diberikan lengkap dengan sajian gambar beserta harga yang akan kita keluarkan nantinya, sehingga bisa menaksir jumlah biaya kebutuhan selama berada di Surabaya.

Media sosial adalah koentji.
Media sosial bisa menjadi pilihan alternatif ketika mesin pencari kurang memberikan informasi yang kita perlukan. Kita bisa menggunakan Twitter, Instagram dengan kata kunci yang kita inginkan, misal kata kunci “Kuliner Surabaya, Wisata Surabaya” atau yang paling hits misal pencarian dengan menggunakan tagar/hashtag #ExploreSurabaya.

Gunakan aplikasi pihak ketiga.
Selain media sosial dan mesin pencari, teman-teman juga bisa mencari tempat hiburan yang dekat penginapan lewat aplikasi penjualan tiket.  di Surabaya saat ini juga buanyak tempat menginap. Bagi teman-teman bisa mencari tempat menginap melalui aplikasi booking online, semisal tiket, nusatrip, booking.com, atau mengunjungi situs ini.

Manfaatkan Jejaring pertemanan.
Meskipun kita sudah bergaya hidup online. tapi jangan lupa hubungan sesama manusia juga harus dijaga. Enggak ada salahnya kita menyempatkan diri untuk bertemu dengan teman yang tinggal di kota tersebut. Selain bisa terus mengikat tali silaturahmi, siapa tahu juga bisa menjadi guide lokal, ya syukur-syukur juga ketemu jodoh ya mblo. eh*

Mungkin itu saja sih yang bisa saya sampaikan. Kalau ada tambahan, ya ntar ditambahin lagi. Jangan lupa, kalau ke Surabaya, kasih tahu saya ya. Selain bisa mengikat tali silaturahmi, ya kali bisa ditraktir eh. #horangkayah

Meet & Greet Film remaja “8 Hari menaklukan cowo”

Poster Film

Selasa (30/8) kemarin, menjadi hari yang paling menyenangkan bagi siswa-siswi SMK Widya Ketintang Surabaya. Bagaimana tidak, para pemain film “8 Hari Menaklukan Cowo” sengaja datang menyapa ke sekolah tersebut. Sebut saja Rangga Azof, Angelica Simperler dan Fita Anggriani .

Acara promo film “8 Hari Menaklukan Cowo” ini berlangsung seru dan meriah. Para siswa-siswi SMK Widya Ketintang menyambut antusias kedatangan para pemain. Surabaya pun patut berbangga. Pasalnya, Surabaya menjadi kota kedua yang dikunjungi oleh para pemain. Promosi film “8 Hari Menaklukan Cowo” akan digelar di 10 kota besar lainnya di Indonesia, seperti Medan, Semarang, Jogja, hingga Balikpapan.

Para Pemain film dan Executive Producer.

Pemilihan SMK Widya Ketintang sebagai tempat promosi film memang tidak salah. Film garapan sutradara Boy Rano ini menceritakan tentang kehidupan remaja dalam persahabatan dan percintaan masa SMA. Kendati demikian, film “8 Hari Menaklukkan Cowo” tetap membawa pesan edukatif. Menurut Executive Producer “8 Hari Menaklukan Cowo”, Novia Ramalina, film ini memberikan nilai edukasi tentang hubungan persahabatan. Persahabatan menjadi hal yang lebih penting daripada sekedar rebutan “calon” pacar.

Dalam acara tersebut, Rangga, Angelica dan Fita ikut menceritakan pengalaman mereka selama proses casting hingga syuting. Walaupun peran yang dimainkan kebanyakan tidak berbeda jauh dengan kehidupan sebenarnya, tapi proses pendalaman karakter ternyata juga membutuhkan waktu yang cukup lama.

Pendalaman karakter untuk syuting film dengan sinetron rupanya berbeda. Saat membintangi sinetron, setelah membaca script, maka pemain akan langsung dilaksanakan syuting. Sedangkan untuk film, masih ada proses reading, bedah script, diskusi tim. Proses coaching pun berguna agar para pemain dapat mendalami peran sampai timbul chemistry diantara mereka.

Rencananya, film “8 Hari Menaklukan Cowo” ini akan dirilis pada 22 September 2016. Selain ketiga bintang di atas, film ini juga dibintangi oleh sejumlah artis ternama lainnya. Sebut saja Marcell Darwin, Regina Rengganis hingga Macime Bouttier. Wah, seperti apa akting Rangga cs ya? Jadi nggak sabar pingin nonton…

 

Adik-adik Siswi SMK Widya berebut pertanyaan
Adik-adik Siswi SMK Widya berebut pertanyaan

Nikmatnya Air Guraka di Pantai Sulamadaha

Nikmatnya Air Guraka di Pantai Sulamadaha

Setiap daerah di Indonesia pasti punya minuman khas yang biasa dinikmati oleh masyarakat lokal. Entah itu minuman hangat atau minuman dingin. Di Kota Ternate yang saya kunjungi kemarin cieeee, juga punya minuman khasnya yaitu Air Guraka. Sekilas terdengar seperti durhaka, tapi bukan begitu. Air Guraka itu minuman hangat yang terbuat dari rebusan jahe, gula aren dan taburan kacang kenari. Ya gak beda jauhlah sama sara’ba yang ada di Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara dan Maluku, Wedang jahe di Jawa atau bandrek di Jawa Barat.

Air Guraka *abaikan yicam-nya*

Air Guraka ini lebih nikmat jika diminum dalam keadaan hangat, apalagi malam hari. Eh tapi sah-sah saja sih jika ingin diminum ketika pagi hari….hehehe. Tapi katanya lebih nikmat lagi jika dicampur dengan susu kental manis. Saya sendiri pernah coba, ternyata memang betul, rasa manis dari gula aren yang dicampur dengan susu kental manis terasa nikmat, campurannya itu kayaknya pas gitu, gak bikin eneg.

Air guraka ini menjadi primadona masyarakat Maluku Utara saat bersantai di sore hari. Sama seperti kita yang berada di Pulau Jawa yang biasa menyantap pisang goreng dan ditemani segelas kopi/teh hangat.

Untuk menemani air guraka ini, biasanya disajikan penganan pisang mulu’ bebek, kacang goreng + teri goreng. Lha, kok namanya pisang mulu’ bebek? soalnya bentuk pisangnya kayak moncongnya mulut bebek gitu, kata penjualnya sih. Selain itu, pisang ini katanya juga khas Maluku, jadi gak ada di provinsi lainnya. Nah, makan pisang mulu’ bebek ini pake sambal dabu-dabu yang diuleg, sambal roa atau sambal terasi. Pisang yang digoreng garing gurih dipadukan dengan sambal yang pedas merupakan perpaduan yang pas, jadi gak bikin sadar kalo udah abis 3 porsi eh

Pisang Mulu’ Bebek beserta cocolannya

Pisang Mulu’ Bebek ini memiliki bentuk hampir mirip sama keripik pisang, ya 11-12 lah. Bentuknya yang tipis serta garing, empuk nan renyah inilah yang membuat saya ketagihan.

Saya pun menjadi fans berat dari makanan dan minuman satu ini. Memang, dari bahan pembuatannya kita pun bisa membuat sendiri di rumah. Tapi ya kurang afdol lah kalo gak ke Ternate langsung, minum air guraka, makan pisang mulu’ bebek sambil melihat deburan ombak di pantai Sulamadaha, ya kalo bisa sih ya sama pasangan uhuk.